Kecamatan Kuta

Kecamatan Kuta PDF Cetak E-mail

Kecamatan Kuta termasuk wilayah Kabupaten Badung yang memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia meupun kelembagaan yang ditunjang sarana dan prasarana yang ada cukup mendukung dalam rangka program pembangunan.

LETAK GEOGRAFIS :
Kecamatan Kuta merupakan daerah dataran rendah berada pada 1 meter dari permukaan air laut.  Terletak 16 km dari ibukota Kabupaten dan 13 km dari ibukota Provinsi Bali, dengan luas wilayah 17,52 km2   dan memiliki batas- batas  wilayah :

Sebelah Utara : Kecamatan Kuta Utara,
Sebelah Timur : Kota Denpasar,
Sebelah Selatan : Kecamatan Kuta Selatan,
Sebelah Barat : Samudra Indonesia

Kecamatan Kuta secara keseluruhan termasuk daerah dengan iklim tropis dengan suhu maksimum kurang lebih 34oCdan minimum kurang lebih 28oC dan memiliki curah hujan rata-rata 28.398 mm/tahun.

Tata guna lahan Kecamatan Mengwi terdiri dari : Sawah 39 Ha, Tegal /Uma 387,16 Ha, Pekarangan 1.231,46 Ha Perkebunan 0,75 Ha Kuburan 4,26 Ha dan penggunaan lainnya 89,37 Ha.

Secara administratif, wilayah Kecamatan Kuta dibagi menjadi 5 Kelurahan, 27 Lingkungan dan 6 Desa adat.  Kelima kelurahan tersebut yaitu :

  • Kelurahan Kedonganan,
  • Kelurahan Tuban,
  • Kelurahan Kuta,
  • Kelurahan Legian,
  • Kelurahan Seminyak

 

SEJARAH PEMERINTAHAN KECAMATAN KUTA :

Pada jaman pemerintahan Hindia Belanda, wilayah (Kabupaten) Badung terdiri dari 5 kedistrikan yang masing-masing diperintah oleh seorang PUNGGAWA (Camat) dan seoranng Sekretaris (Manca).  Adapun kedistrikan tersebut adalah :

1. Distrik Denpasar,
2. Distrik Kesiman,
3. Distrik Kuta,
4. Distrik Abiansemal,
5. Distrik Mengwi.

Kedistrikan Kuta mempunyai wilayah bawahan yang disebut wilayah Keprebekelan yang setingkat dengan Desa / Kelurahan dan diperintah oleh seorang Prebekel atau Kepala Desa dengan wilayah bawahan disebut BANJAR DINAS, yang dikepalai oleh seorang Kelian Dinas.

Wilayah Keprebekelan pada jaman kedistrikan Kuta, yaitu :

1.   Keprebekelan Dalung,
2.   Keprebekelan Canggu,
3.   Keprebekelan Kerobokan,
4.   Keprebekelan Kuta,
5.   Keprebekelan Tuban,
6.   Keprebekelan Jimbaran,
7.   Keprebekelan Pecatu,
8.   Keprebekelan Ungasan,
9.   Keprebekelan Bualu,
10. Keprebekelan Tanjung Benoa

Dalam perkembangan pemerintahan selanjutnya wilayah keprebekelan ini mengalami penciutan / penggabungan hingga menjadi 9 wilayah Keprebekelan yang kemudian disebut Desa, yaitu :

1.   Prebekelan / Desa Dalung dengan 16 Banjar dinas,
2.   Prebekelan / Desa Canggu dengan 18 Banjar Dinas,
3.   Prebekelan / Desa Kerobokan dengan 25 Banjar Dinas,
4.   Prebekelan / Desa Kuta dengan 12 Banjar Dinas,
5.   Prebekelan / Desa Tuban dengan 9 Banjar Dinas,
6.   Prebekelan / Desa Jimbaran dengan 10 Banjar Dinas,
7.   Prebekelan / Desa Pecatu dengan 3 Banjar Dinas,
8.   Prebekelan / Desa Ungasan dengan 4 Banjar Dinas,
9.   Prebekelan / Desa  Benoa dengan 14 Banjar Dinas.

Read more: Kecamatan Kuta

MUSRENBANG KELURAHAN

Musrenbang Kelurahan LegianMusrenbang Kelurahan yang dilaksanakan pada taggal 23 Januari 2013, dengan tema "PENINGKATAN SINERGITAS PENGELOLAAN POTENSI DAERAH UNTUK PENINGKATAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT SERTA DAYA SAING DAERAH"

Musrenbang Kelurahan, sebagaimana setiap tahun merupakan suatu kewajiban dari pemerintah kelurahan untuk melaksanakannya sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Musrenbang tahun 2013 ini, Kelurahan Legian melaksanakannya pada 23/1/2013 bertempat di Wantilan Kantor Lurah Legian. Acara dibuka oleh Camat Kuta Wayan Wijana, dan dihadiri oleh Lurah Legian, Ketua LPM Legian, Bendesa Adat Legian, Para Kepala Lingkungan, Para Kelian Banjar, Kepala Sekolah, dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya.

Dalam sambutannya Camat Kuta Wayan Wijana mengatakan bahwa Musrenbang merupakan mekanisme yang wajib dilaksanakan oleh Pemerintah Kelurahan untuk menyerap aspirasi masyarakat dalam rangka melaksanakan pembangunan dan acuan bagi Pemerintah Kabupaten uintuk mengglontor program sesuai kebutuhan masyarakat. Dalam kesempatan itu pula Camat Wijana sekaligus mensosialisasikan suatu kebijakan yang sangat bagus dari Bupati Badung yaitu pemberian hibah dari Pemkab Badung kepada desa adat, banjar adat dan subak yang ada dibawah pemerintah kelurahan mulai tahun 2013. “Pemkab Badung membuat suatu kebijakan yang bertujuan untuk menjawab tuntutan masyarakat yang berada dalam pemerintah kelurahan untuk mendapatkan bantuan. Sesuai dengan aturan menteri dalam negeri bahwa yang berhak mendapatkan bantuan dana hanya pemerintahan desa. Oleh karena itu Pak Bupati membuat kebijakan hibah ini untuk mengimbangi pemberian bantuan agar pemerintah kelurahan juga bisa memperoleh bantuan dari Pemkab” demikian
Wijana menjelaskan.

Setelah dibuka oleh Camat Kuta, acara Musrenbang dilanjutkan dengan membahas usulan-usulan dari masyarakat serta usulan-usulan lama yang belum terealisasikan tahun 2012. Menarikanya acara membahas usulan-usulan ini dipandu oleh Ketua LPM Legian, Oka Fariana. Inilah bukti dari dukungan dari seluruh komponen yang ada di Legian.  Disinilah kelihatan adanya kerjasama yang sangat baik antar instansi dan lembaga masyarakat. Usulan yang menjadi prioritas utama dalam musrenbang kali ini yaitu perbaikan got yang ada di jalan Padma dan Melasti agar terhubung untuk menghindari masuknya air hujan ke pantai Legian.

Dalam kesempatan yang sama Lurah Legian Madia Surya Natha juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat Legian dalam rangkat berpartisipasi pada kegiatan musrenbang kali ini. “Ini menambah keuyakinan kami, bahwa kita semua menaruh perhatian besar terhadap prioritas pembangunan, khususnya di Legian yang kita cintai ini,”kata Madia. Juga disampaikan oleh Lurah Legian, untuk tahun 2012 sudah banyak dilakukan pembangunan secara swadaya maupun swakelola oleh masyarakat dengan anggaran mencapai Rp 4.126.568.000.


Site Map

By putting all of your content into nested categories you can give users and search engines access to everything using a menu.

Visi dan Misi

Pemerintah Kelurahan adalah pemerintah tingkat paling bawah yang setiap saat berhadapan langsung dengan masyarakat paling bawah. Pemerintah kelurahan walaupun merupakan perpanjangan tangan pemerintah kabupaten, tidak serta merta ia harus menuruti kehendak pemerintahan pusat. Pemerintah kelurahan adalah mereka yang paling mengetahui dan paling tau situasi masyarakat dan keinginan masyarakat bawah.

Oleh kerena itu maka Visi dari pemerintahan Kelurahan Legian adalah : Menjembatani Kehendak dan kebutuhan masyarakat Legian terhadap Pemerintah Kabupaten Badung.

Kemudian dari visi tersebut, misi yang harus dilakukan adalah:

  • Selalu memonitor keadaan masyarakat melalui kepala lingkungan.
  • Turun setiap saat memantau situasi lingkungan kelurahan Legian.
  • Bekerja sama dengan lembaga lembaga lain seperti LPM, PKK, Karang Taruna.